Ha? Apa?

Katanya saya diminta tulis tentang sekolah, mungkin. Tapi apa? Waduh, apa ya? Kalau ditanya tentang sekolah, yang saya ingat jadinya PASKIBRA, IKREMA, dan segelintir orang tertentu saja. Jujur, rata-rata saya di sekolah sekitar 12 jam sehari. Lama ya? Lebih banyak di sekolah. Kalau dipikir-pikir, itu yang membuat ibu saya selalu berkata betapa kurusnya badan saya. Jujur benar ibu itu...

Tanyalah kenapa, biar saya jawab. Karena entah bagaimana bisa, yang sering ternguing di kepala saya tentang sekolah adalah teman. Bukan belajar-mengajar. Mungkin karena itu yang lebih menancap dari hal lain. Di sana ada banyak hal untuk diingat, termasuk pelajarannya. Tapi bukan sekarang. Yang sekarang jadi bahan ingatan saya untuk sementara hanya teman-teman saja. Maaf.

Lalu makanannya. Baru pertama kali saya merasa bahwa sate usus itu bisa jadi enak. Dan terjadi di sekolah. Hebat betul kantin yang bisa membuat "usus" yang imejnya terlanjur "demikian" bisa membuat saya ketagihan. Bukan main... Salut saya bagi kantin jempol yang di belakang itu.

Paragraf terakhir. Saya cinta sekali dengan tempatnya. Entah karena lokasinya yang terjangkau 25B, atau dekat Mall atau Rumah Sakit. Tapi yang jelas, saya kerasan sekali untuk berlama-lama di sini. Padahal saya tahu sejuta alasan yang membuat orang ingin cepat pulang dari sini. Sudah jauh dari rumah, angker (teman dan adik kelas saya sempat semacam kesurupan di sini waktu ekskul), tapi tetap saja saya malas pulang. Padahal menginjak tanah di SMAN 2 Bekasi bagi saya berarti sudah berani menantang tugas-tugas yang "begitulah" adanya. Dapat ditarik kesimpulan dari situ. Betapa kuatnya mental saya, ternyata...

Terima kasih. Wassalam...